Selasa, 09 Mei 2023

Kokedama, si Bola Lumut Berpenampilan Sederhana tapi Menguntungkan


Kokedama merupakan gaya menanam tanaman layaknya bonsai yang berasal dari negara Jepang. Dalam bahasa Jepang: “Koke” diartikan sebagai “lumut” dan “Dama” yang berarti “bola”. Kokedama yang diartikan sebagai "Bola Lumut" pada dasarnya merupakan gaya menanam tanpa menggunakan pot, yaitu  dengan membentuk media tanamnya seperti bola yang dilapisi oleh lumut. 

Sama halnya bonsai, kokedama memperlakukan “pengkerdilan” terhadap tanaman agar berumur panjang. Dibuat dengan desain yang sederhana dengan bahan yang mudah dan murah, tak heran jika sebagian orang menjuluki kokedama sebagai “Bonsainya kaum Jelata”.  Bonsai sendiri mulai populer di Jepang pada abad ke-8, sedangkan Kokedama muncul pada awal abad ke-17, saat Jepang diperintah oleh Syogun di zaman Edo pada tahun 1603-1868.

Dirangkum dari Trubus.id, Kokedama mulai dikenal dan populer di luar negara Jepang, pada awal abad ke-21 di Benua Eropa. Koran Inggris ternama “The Telegraph” pada tahun 2012 merilis laporan spektakuler tentang “Bangkitnya Kokedama”, sejak pemberitaan tersebut, kokedama mulai terkenal ke seluruh dunia. Popularitas kokedama di Eropa tidak terlepas dari peran Kritikus tanaman hias yang mengidentikan kokedama sebagai bentuk kekinian dari “Taman Gantung Babylon” yang sudah terkenal sejak 600 tahun Sebelum Masehi. Di Indonesia sendiri, demam Kokedama diawali di kota Bandung pada tahun 2014, dengan semboyan “mempercantik rumah dengan kokedama”. Sejak saat itu kokedama sebagai gaya alternatif lain dari teknik penyajian tanama hias kian marak ke seluruh Indonesia. Tidak hanya sebagai trend bagi para penghobi tanaman hias akan tetapi juga bagi para wirausahawan.

Gaya menanam di Jepang selalu sarat dengan makna falsafah, begitu halnya dengan kokedama. Kokedama awalnya sebagai bentuk tradisi Wabi-Sabi, yakni tradisi yang mengapresiasikan atas ketidaksempurnaan alam, yang disimbolkan melalui sifat kesederhanaan, kehangatan, kesahajaan, ketidakteraturan alam, kasar dan natural. Karakteristik Wabi-Sabi ini yang kemudian menjadi prinsip-prinsip Kokedama. 

Kokedama tidak hanya sebatas tanaman penghias rumah, tapi juga sarat dengan nilai-nilai seni, dan simbol falsafah hidup, bahkan menurut kepercayaan feng shui, kokedama membawa aura positip yang mempengaruhi keharmonisan, dan rezeki dalam kehidupan rumah tangga. 

Bentuknya yang lucu, mungil, natural, dan unik, cukup memenuhi kriteria sebagai “souvenir ramah lingkungan (eco-friendly)” dan berpeluang dikembangkan sebagai usaha ekonomi kreatif  dan juga industri pariwisata. 

sumber: kokedamaslucciana.com

Semua jenis tanaman hias dapat disajikan dengan gaya atau teknik kokedama. Tanaman hias yang cocok sebagai kokedama umumnya adalah tanaman yang tidak membutuhkan sinar matahari penuh, merupakan jenis-jenis herba, semak, atau perdu, tanaman berukuran pendek, memiliki warna dan bentuk daun yang khas, aman bagi manusia, serta memiliki perakaran kecil atau akar serabut.

Kokedama sebagai komponen memperindah ruangan, dapat diletakan di atas tatakan berbahan kayu, keramik, tembikar atau digantungkan, baik di dalam ruangan sebagai interior, atau di luar ruangan sebagai eksterior penambah estetika bagi taman atau teras rumah. 

Beberapa jenis tanaman yang cocok disajikan dengan gaya kokedama antara lain  sukulen, aglonema, begonia, pakis, lidah mertua, philodendron, anggrek phalaenopsis,  anthurium, tanaman jade (giok),  english ivy, peace lily, monstera, rosemary, lili paris, peperomia, jenis piper (sirih-sirihan), puring, fittonia, tiger bromeliad, pilea, zenzi, dan tanaman mint.


CARA MEMBUAT KOKEDAMA


sumber: berita.99.co

Langkah Pertama:

Alat dan bahan yang perlu disiapkan untuk pembuatan kokedama, sebagai berikut:

  • Tanaman hias seperti sukulen, begonia, aglonema dan sebagainya 
  • Lembaran lumut, jika tidak ada lumut, dapat menggunakan sabut kelapa (cocofiber) atau Sphagnum Moss
  • Media tanaman seperti: tanah, kompos atau pupuk organik, sekam bakar, pasir malang dengan perbandingan 1:1:1:1.  Sebenarnya tidak ada aturan baku untuk komposisi media tanam ini, bahkan media untuk tanaman bonsai dapat pula digunakan.
  • Air dalam tabung sprayer 1 liter atau 2 liter.  Air berfungsi sebagai perekat adonan tanah agar mudah dibentuk menjadi bola tanah.
  • Wadah berupa baskom atau alas plastik untuk tempat mengaduk adonan tanah.
  • Sarung tangan berbahan karet atau latex.
  • Gunting, berfungsi sebagai pemotong benang, merapihkan lembaran lumut atau sabut kelapa, serta merapihkan perakaran tanaman hias. 
  • Benang jahit berwarna hitam atau hijau
  • Benang hias seperti benang kasur, benang wol, atau tali goni.
  • Tatakan terbuat dari kayu atau keramik  
sumber: berita99.co

Langkah Kedua:

  • Lepaskan tanaman hias dari pot atau polibag, bersihkan sisa tanah yang menempel pada akar tanaman.
  • Sisa tanah yang ada dalam polibag atau pot, jangan dibuang, bisa digunakan kembali sebagai campuran untuk media tanam.
  • Campurkan media tanam, kemudian disemprot air hingga membentuk adonan tanah yang lengket.  Padatkan adonan tanah tersebut membentuk bulatan seperti bola.  Jika terasa sudah padat, belah dua bola tanah tadi, kemudian selipkan tanaman hias ditengahnya.  Pastikan akar tanaman hias berada di bagian tengah bola tanah.  Rapatkan kembali bola tanah sehingga kembali membentuk bulatan seperti bola.
Sumber: gardengatemagazine.com

Langkah Ketiga:

  • Bungkus bola tanah dengan lembaran lumut,  Sphagnum Moss, atau sabut kelapa, hingga tidak terlihat lagi bola tanahnya.  
  • Kuatkan bungkusan lumut atau sabut kelapa dengan menekan-nekan secara lembut, hingga membulat seperti bola secara merata.  
Sumber: berita99.co

Langkah keempat:

  • Gunakan benang jahit untuk memperkuat posisi lumut atau sabut kelapa dalam membungkus bola tanah agar benar-benar rapih membentuk seperti bola.
  • Untuk mempercantik tampilan dapat dililitkan benang hias berbentuk diagonal mengitari bola lumut, sehingga berbentuk seperti jaring. 
  • Setelah dililitkan dan dikuatkan dengan menggunakan benang hias, artinya kokedama sudah selesai dan siap untuk menghiasi rumah anda.


Langkah kelima:

  • Kokedama dapat diletakan secara menggantung atau tegak di atas meja.
  • Jika kokedama diletakan secara menggantung, perlu disiapkan tali tambahan untuk menggantungkannya.
  • Jika kokedama diletakan tegak di atas meja atau rak, sebaiknya diberikan alas berupa tatakan yang terbuat dari kayu, tembikar atau keramik, untuk mempercantiknya.
  • Sebelum diletakan di atas tatakan atau digantungkan, Kokedama di rendam terlebih dahulu dalam air selama 5-10 menit atau hingga tidak ada lagi gelembung udara yang keluar dari celah-celah bola lumut. Selanjutnya ditiriskan sambil terkena cahaya matahari selama 30 menit. 
  • Lakukan penyiraman seperti ini setiap seminggu sekali, atau apabila lapisan lumut atau sabut kelapa nampak terlihat mulai mengering. Penyiraman atau perendaman sebaiknya dilakukan di pagi hari pada pukul 07.00 – 09.00.  
  • Untuk pemupukan dilakukan sebulan sekali, dengan menggunakan NPK sebanyak 2 sendok makan yang dilarutkan dalam 2 liter air.  Cara pemupukan sama dengan penyiraman, yakni dengan merendam kokedama dalam air yang sudah dicampur pupuk selama 5-10 menit dan kemudian ditiriskan selama 30 menit.
  • Jangan dijemur di bawah sinar matahari yang terik, karena dapat menyebabkan lumut mengalami kekeringan dan tanaman hias mengalami stress.   

Baca Juga: Mengenal PGPR – Teknologi pertanian ramah lingkungan

Gampang dibuat, bahan mudah didapat, ringan saat dibawa, dan tidak membutuhkan biaya yang mahal, serta memiliki nilai jual yang cukup tinggi, menempatkan kokedama tidak hanya sebatas hobi, tapi juga memiliki peluang bisnis yang menguntungkan. Di pasar online, harga kokedama cukup bervariatif berkisar antara Rp 40.000 hingga mencapai Rp 160.000. 

Nah apakah sobat berminat serta tertarik membuat Kokedama?.


--- Salam Lestari ---


Referensi:

  • Mengenal Kokedama, Cara Membuat, dan Keunggulannya (Link: https://www.rumah.com/panduan-properti/kokedama-35476)
  • SIAP KOKEDAMA (Link: https://trubus.id/siap-kokedama/)
  • How to Create a Kokedama Moss Ball (link: https://dennis7dees.com/diy-kokedama/)


3 komentar:

Terbaru

Selamat Datang 2024

"Hari ini tanggal 2 Januari 2024, pukul 07.32 WIB, hari pertama masuk kerja! Berdiri di barisan paling depan, acara apel pagi, di lapan...

Populer