Minggu, 25 Desember 2022

Warisan Geologi itu bernama Suoh

Assalamualaikum, Salam Rimba Lestari...

Sahabat, tak terasa perjalanan kita sudah sampai dipenghujung tahun, semoga Allah Yang Maha Esa masih memberikan kesempatan dan kekuatan agar kita mampu melangkah di etape berikutnya.  Aamiin.

Sahabat ... kali ini Jejak Erwinanta akan memperkenalkan satu kawasan di Kabupaten Lampung Barat yang tengah didorong untuk ditetapkan sebagai Taman Bumi atau Geopark.  Kawasan itu bernama "Suoh", yang pada tahun 1933 pernah menyajikan fenomena alam yang spektakuler, dimana menurut Jurnal USGS tahun 1983, fenomena ini hanya ada dan terjadi di 14 lokasi di dunia.  Tak salah bila Parosil Mabsus (Bupati Periode 2017-2022), menjuluki kawasan ini sebagai "Kehidupan di Jalur Kematian".   Suoh sebagai Geopark tidak hanya akan menambah khazanah taman bumi nusantara, akan tetapi juga semakin mendongkrak popularitas destinasi wisata di Lampung Barat.  

Ada dua julukan bagi Kawasan Suoh, yaitu pertama Suoh sebagai "enclave" dari kawasan hutan konservasi TNBBS, dan  kedua sebagai "depresi" atau cekungan yang merupakan morfologi geologi dari adanya aktivitas aktif sesar semako.  Terkait ini, Jejak Erwinanta, pernah mendapatkan informasi dari sahabat di UPT Geoteknologi LIPI Liwa, bahwa cekungan suoh ini bertambah sepanjang 1 cm setiap tahunnya.  Sayangnya UPT LIPI ini sudah tidak berkantor lagi di Liwa. 

Edukasi Kebumian Suoh (foto: Firdaus)

Suoh diibaratkan seperti biji kopi, dimana bagian tengahnya dibelah oleh aliran sungai Way Semaka, membentuk dua wilayah Kecamatan, yaitu Kecamatan Suoh di sisi barat hingga selatan, dengan jumlah desa sebanyak 7 pekon, dan Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) dibagian sisi utara hingga tenggara, dengan jumlah desa sebanyak 10 pekon. 

Cekungan Suoh merupakan flood plain atau dataran banjir sungai Way Semaka, yang subur dan berpotensi sebagai pertanian lahan basah.

"Sungai Way Semaka yang berhulu di gunung Pesagi dan bermuara di Teluk Semaka ini tidak hanya sebagai saksi bisu sejarah dari suatu keunikan proses geologi tapi juga menjadi saksi sejarah atas peradaban dan penyebaran dari marga-marga Lampung Saibatin".

Berdasarkan peta geologi  Belanda lembar Kota Agung, yang diterbitkan tahun 1930, kawasan suoh memiliki 3 bagian cekungan, yaitu cekungan Antatai, cekungan Suoh, cekungan Tekor Berak (sekarang bernama Rowo Rejo). Cekungan Suoh merupakan cekungan yang terluas diantara ketiganya yang merupakan hamparan rawa-rawa yang subur, dengan jenis batuan endapan aluvium.   Di cekungan suoh terdapat lepasan uap panas berupa fumarol dan solfatara yang mengandung SiO2 dan H2S yang tersebar di bagian barat laut hingga gunung Sekincau.  Permukiman hanya ada di bagian sisi kanan sungai Way Semaka, terdapat 6 (enam) permukiman lama yang tercatat di peta ini, yaitu Antatai, Banjar Negeri, Negeri Ratu, Tanjung Jati, Kejadian, Bandar, dan 1 (satu) permukiman berstatus umbul (permukiman musiman) yaitu Tekor Berak.  Permukiman lama ini ada yang berubah nama dan ada pula yang tidak dijumpai lagi.  Permukiman ini terhubung oleh jalan onderlag yang sekarang bernama jalan propinsi ruas Pekon Balak - Suoh.  Adapun  ketiga danau yang ada saat ini, belum tergambar di peta geologi tahun 1930.

Cekungan Suoh terbentuk melalui proses yang dinamai pull apart basin atau cekungan pisah tarik, yaitu cekungan sedimen yang terbentuk karena tarikan kerak bumi pada suatu lengkung tarik dalam sistem sesar yang bernama jalur subduksi semangko.  Di wilayah Sumatera bagian Selatan terdapat 3 (tiga) segmen cekungan, yaitu segmen Muara Labuh - Sungai Penuh, segmen Manna - Musi, dan segmen Ranau - Suoh.  Cekungan yang terbentuk dari proses pull apart basin diyakini kaya akan potensi kandungan panas bumi (geothermal),  mengandung mineral bahan tambang,  bahkan ada kemungkinan mengandung potensi gas dan minyak bumi.  Potensi ini berpeluang mendatangkan kemakmuran bagi wilayah yang memilikinya.  Diperkirakan cekungan suoh terbentuk sejak akhir masa Palezoikum hingga Mesozoikum.  

Salah satu geyser dari 7 geyser yang muncul
paska ledakan freatik suoh, Stehn, 1933

Akan tetapi terkait terbentuknya kaldera suoh masih menjadi perdebatan, beberapa ahli menyimpulkan bahwa kaldera suoh terbentuk karena aktivitas tektonik melalui proses pull apart basin, cekungan yang terbentuk memiliki lapisan yang dangkal dan terisi oleh "vein system" sebagai intrusi lapisan magma, sehingga bermunculan panas bumi dipermukaannya.  

Para ahli lainnya menyimpulkan kaldera suoh terjadi sebagai hasil dari proses evolusi tekto-vulkanik, layaknya danau Ranau, yang diawali dengan proses tektonik membentuk cekungan yang diikuti adanya aktivitas magmatik yang membentuk gunung api setinggi 1000 mdpl, dan selanjutnya mengalami erupsi hingga membentuk kaldera seluas 16 x 8 km, dimana post calderanya kembali mengalami erupsi pada tahun 1933. Mewariskan 3 danau indah nan ikonik yang terletak pada Zona Pemanfaatan TNBBS yang oleh Balai Besar TNBBS diperuntukan sebagai Ekowisata Danau Suoh.  

Satu-satunya literatur yang menjelaskan secara rinci tentang peristiwa kaldera suoh hingga terbentuknya danau Suoh, dipublikasikan oleh ahli geologi Belanda bernama Dr. CH, E, Stehn, pada jurnal  Natuurkundig Tijdschrift voor Nederlandsch - Indie pada tahun 1934 dengan judul artikelnya "Die Semivulkanischen Explosionen Des Pematang Bata, in der Soeoh Sinke (Sud Sumatra) im Jahre 1933".   

Jurnal yang mengulas peristiwa
gempa liwa tanggal 25 Juni 1933,
dan erupsi lembah Suoh Juli 1933

Insya Allah, pada kesempatan lain Jejak Erwinanta akan berbagi cerita tentang proses terbentuknya danau suoh sebagai bagian dari geosite suoh. Mulai dari kejadian gempa tanggal 25 Juni 1933 hingga erupsi lembah suoh pada bulan Juli - Agustus 1933.  

Gagasan suoh sebagai Geopark dicetuskan pertama kali pada saat FGD review RTRWK Lampung Barat pada tanggal 14 Oktober 2016, yang kemudian dipertegas kembali oleh Bupati Lampung Barat pada hari Senin tanggal 3 Februari 2020, dihadapan seluruh Kepala OPD,  yang kemudian ditindaklanjuti oleh  Balitbangda Lampung Barat hingga saat ini.

"Mengapa Geopark menjadi penting bagi Lampung Barat? "

Untuk menjawabnya, ada baiknya dipahami dahulu definisi geopark.  Peraturan Presiden RI Nomor 9 tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 31 tahun 2021 tentang Penetapan Taman Bumi (Geopark) Nasional, telah memberikan penjabaran yang jelas tentang Geopark, tatacara pengusulan, penetapan, hingga pengelolaan.  Geopark didefinisikan sebagai wilayah geografi tunggal atau gabungan, yang memiliki Situs Warisan Geologi (Geosite), dan bentang alam yang bernilai, terkait aspek Warisan Geologi (Geoheritage), Keragaman Geologi (Geodiversity), Keanekaragaman Hayati (Biodiversity), dan Keragaman Budaya (Cultural Diversity), serta dikelola untuk keperluan konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan dengan keterlibatan aktif dari masyarakat dan Pemerintah Daerah, sehingga dapat digunakan untuk menumbuhkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap bumi dan lingkungan sekitarnya.

Apa yang diuraikan diatas, semuanya ada tersembunyi di cekungan suoh, tinggal bagaimana Pemerintah Daerah dapat mengidentifikasinya dan mengemasnya sebagai point of interest dari Geopark yang diusulkan.  Berikut beberapa point of Interest untuk memperkaya nilai usulan Geopark Suoh:

Sisi geosite: cekungan suoh menyajikan bentang alam yang unik, langka dan bernilai tinggi bagi edukasi kebumian, seperti hamparan pasir silika, geothermal, dan kaldera suoh.  Termasuk  batu obsidian yang dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai batu "gudu" dapat menambah nilai keragaman geologi.  Sebaiknya keragaman geologi ini tidak hanya terfokus di cekungan suoh saja tetapi juga di kecamatan lainnya, seperti bentang alam dari formasi Ranau di Way Robok, danau Ranau, dan cekungan Gedung Surian. Cekungan Suoh adalah akhir suatu kisah bagaimana bukit barisan dan pulau Sumatera dilahirkan.

Geosite suoh nan indah (foto koleksi Firdaus)

Sisi keragaman hayati, cekungan Suoh dikelilingi oleh Ekosistem Hutan Hujan Tropis Sumatera yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia pada tahun 2004,  merupakan habitat gajah sumatera, badak sumatera, dan harimau sumatera yang populasinya mulai terancam.  Dalam sekala lokal atau setempat ditemukan berapa jenis vegetasi hutan rawa yang masih tersisa dan mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ekstrim.  Produk budidaya seperti kopi robusta, coklat, beras hitam, dan madu lebah klanceng dapat menambah nilai keragaman hayati (Biodiversity)

Selain seni dan budaya,  keberadaan situs megalitikum di Rowo Rejo, dan dibeberapa situs arkeologis lainnya di sepanjang DAS Way Semaka, turut menambah nilai poin dari sisi cultural diversity.

Melirik sebaran Geopark di Indonesia melalui jendela peta Geopark Indonesia di situs Bappenas RI.  Di pulau Sumatera saat ini baru ada 6 (enam) Geopark yang sudah ditetapkan, yaitu Geopark Toba, dan Geopark Belitung sebagai Global Geopark UNESCO, 3 (tiga) Geopark Nasional di Sumatera Barat, dan 1 (satu) Geopark Nasional yang tengah diusulkan ke UNESCO sebagai Global Geopark, yaitu Geopark Merangin Propinsi Jambi.  

Semoga Geopark Suoh Lampung Barat segera menyusul menjadi yang ke-tujuh di Pulau Sumatera.  "Mohon doanya ya sahabat semoga upaya Pemkab Lampung Barat ini dapat membuahkan hasil sesuai harapan."

Simak Juga:  | Danau Suoh: Jejak Erupsi Freatik pada Jalur Tektonik |

Referensi: 

Pull Apart sebagai Indikator Mineral Deposit South Sumatera Basin di Suoh, Lampung Barat  

Identification  of Geodiversity and Geosite Assessment around Geohazard Area of Suoh Aspring Geopark in West Lampung, Sumatera, Indonesia

Historical Unrest at Large Calderas of The World - USGS Publication



Jumat, 23 Desember 2022

Liparis latifolia si Anggrek Balerina nan Anggun

Assalamualaikum, Salam Rimba Lestari...

Bagaimana khabarnya sahabat Erwinanta, semoga tetap sehat dan bahagia selalu ya.  Di penghujung tahun biasanya cuaca kurang bersahabat, nah sembari  menemani minum kopi dan menunggu hujan reda, Jejak Erwinanta ingin berbagi cerita tentang salah satu kekayaan plasmanutfah hutan nusantara, yaitu anggrek Liparis. 

Anggrek Liparis merupakan nama genus dari suku malaxideae, famili Orchidaceae yang merupakan flora penghuni hutan hujan tropis basah, mulai dari ekosistem hutan hujan dataran rendah hingga pegunungan.  Genus Liparis diperkirakan memiliki 350 spesies yang tersebar mulai dari dataran Hainan (China), Thailand, Malaysia, Indonesia, Philipina dan New Guine.  Berdasarkan cara hidupnya, anggrek yang dikenal dengan nama bibir lebar, atau sphinx ini, merupakan tanaman herba yang dapat hidup secara terestrial di atas lapisan serasah hutan, litofit atau di atas batuan, dan epifit atau menempel pada tumbuhan lain.   

Salah satu spesies dari genus Liparis yang terkenal adalah Liparis latifolia [Bl].Lindley, yang pertama kali ditemukan pada tahun 1830.  Anggrek dari jenis ini banyak dijumpai di hutan-hutan di Indonesia mulai dari Sumatera hingga Sulawesi.  Liparis latifolia hidup secara epifit, dengan kebutuhan cahaya matahari sedang, dari ketinggian tempat mulai 200 mdpl hingga 1.700 mdpl.  

Di Toko-toko online, anggrek ini dinamakan sebagai anggrek gelatik, dengan kisaran harga sekitar Rp 25.000,- hingga kisaran Rp 45.000,-.  Bunga anggrek ini berbentuk unik dan lucu, mirip balerina dengan tarian angsanya yang menawan, karenanya kami lebih senang menyebutnya sebagai anggrek penari balet daripada gelatik.

Cara menanam Liparis sangat mudah, sahabat tinggal menempelkannya pada media pakis ataupun di batang pohon.  Bisa juga ditaruh di pot dengan media tanam cacahan pakis.   Untuk anggrek jenis ini, tentu saja mereka menyukai tempat yang teduh.  Perbanyak Liparis latifolia pun sangat mudah, hanya dengan memisahkan bonggolnya.  Liparis latifolia termasuk jenis anggrek yang rajin "berbakti" alias rajin berbunga.  Bunga Liparis latifolia berbentuk tandan, memiliki lebar 2 cm, berjajar secara radial pada tangkai bunga sepanjang 30 cm. Satu tangkai bunga berisi puluhan kelopak bunga, berwarna orange hingga jingga.  Liparis latifolia merupakan salah satu dari 7 anggrek di dunia yang memiliki bentuk bunga yang menggemaskan dan juga indah.


Bunga anggrek L. latifolia
Mirip balerina

Anggrek jenis Liparis latifolia bukanlah jenis anggrek langka,  namun bila kita amati bentuk bunganya sungguh menarik.  Lidah bunga yang besar telentang bagaikan tangan sang penari ballet yang tengah beraksi. Secara keseluruhan satu tangkai anggrek ini akan tampak seperti deretan penari yang tengah berlenggok dengan asri.   



Ciri lain dari jenis ini antara lain memiliki akar serabut panjang.  Pertumbuhan batang simpodial, membentuk rimpang, mempunyai pseudobulb yang tumbuh rapat pada rimpang, berbentuk kerucut, warna hijau tua, panjang 3 cm, diameter 1 cm.  Setiap pseudobulb mendukung 2 helai daun. Daun berbentuk lanset, panjang sampai 14 cm, lebar 3 -5 cm, bertangkai, ujung runcing, tepi rata pertulangan sejajar, letak berhadapan, dengan permukaan licin. 

Begitu kaya alam Indonesia dengan berbagai jenis floranya. Tentu ini merupakan anugerah bagi kita. Mari menjaga kelestariannya, agar atraksi "para penari" ini tidak hanya dinikmati oleh kita namun juga oleh generasi penerus kita. 

Happy Gardening...

Baca juga: Grammatophyllum stapeliiflorum - si Garang tapi Menawan


Referensi

Rabu, 21 Desember 2022

Hari-hari Besar Kehutanan & Lingkungan Hidup

Banyak cara untuk menggugah kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga, melindungi, dan melestarikan lingkungan hidup, salah satunya adalah dengan menetapkan dan memperingati hari-hari yang berkenaan dengan lingkungan hidup dan konservasi sumberdaya alam. Penetapan hari-hari lingkungan hidup ini pada sekala dunia dan global dilakukan oleh PBB dan organisasinya, serta lembaga-lembaga internasional non pemerintah yang peduli dengan sumberdaya alam, lingkungan hidup, dan konservasi, sedangkan yang bersekala nasional ditetapkan oleh pemerintah melalui kementerian yang membidanginya.  

Setiap memperingati dan merayakan hari lingkungan hidup, konservasi, dan kehutanan, diiringi dengan berbagai aktivitas, mulai dari upacara peringatan, seminar & pameran, gerakan aksi, parade & festival, aneka perlombaan, bakti sosial, pemberian penghargaan, hingga pemecahan rekor.  "Hari Peringatan"  memiliki tema yang berbeda setiap tahunnya. Tema ini menggambarkan berbagai isu strategis, tantangan dan peluang  yang dihadapi bagi keberlangsungan penghidupan manusia dan kinerja pembangunan yang telah dijalankan.  Seperti contoh hari lingkungan hidup sedunia tahun 2022 mengusung tema "Satu Bumi untuk Masa Depan", berbeda  dengan tahun 2021 yang bertemakan tentang "Restorasi Ekosistem untuk Lingkungan yang Lebih Baik".

Deforestasi, GRK, Biodeversity,
masih menjadi tema utama

Sayangnya beberapa Hari Peringatan hanya dilaksanakan dan diikuti oleh institusi, para aktivis dan kelompok penggiat yang bertugas atau berprofesi di bidangnya saja, sementara  moment penting dan spirit dari tema Hari  Peringatan tidak sampai mengedukasi kesadaran masyarakat secara luas.

Berikut Jejak Erwinanta merangkum peringatan hari-hari penting yang berhubungan dengan lingkungan hidup, konservasi dan kehutanan dari bulan Januari hingga Desember.  Silahkan sahabat menandakan di kalendernya masing-masing ya, dan siapkan rencana untuk beraktivitas ramah lingkungan bersama keluarga dan komunitasnya. 


Januari

10 Januari: Hari Gerakan Sejuta Pohon Nasional
30 Januari: Hari Primata Indonesia

Februari

2 Februari: Hari Lahan Basah se-Dunia
21 Februari: Hari Peduli Sampah Nasional
22 Februari: Hari Kepanduan Dunia

Maret

3 Maret: Hari Hidupan Liar Sedunia
6 Maret: Hari Strategi Konservasi se-Dunia
16 Maret: Hari Bhakti Rimbawan
20 Maret: Hari Burung Gereja se-Dunia
21 Maret: Hari Hutan Internasional
22 Maret: Hari Air se-Dunia
23 Maret: Hari Meteorologi se-Dunia

April

7 April: Hari Kesehatan se-Dunia
21 April: Hari Migrasi Ikan se-Dunia
22 April: Hari Bumi

Mei

2 Mei: Hari Tuna se-Dunia
10 Mei: Hari Burung Migrasi se-Dunia
22 Mei: Hari Keanekaragaman Hayati Internasional
23 Mei: Hari Kura-Kura se-Dunia
31 Mei: Hari Tanpa Tembakau se-Dunia

Juni

5 Juni: Hari Lingkungan Hidup se-Dunia
8 Juni: Hari Laut se-Dunia
9 Juni: Hari Segitiga Terumbu Karang se-Dunia
16 Juni: Hari Penyu se-Dunia
17 Juni: Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan se-Dunia

Juli

1 Juli: Hari Buah Internasional
3 Juli: Hari Bebas Kantong Plastik se-Dunia
26 Juli: Hari Mangrove Sedunia
27 Juli: Hari Sungai Nasional
29 Juli: Hari Harimau se-Dunia

Agustus

9 Agustus: Hari Internasional Masyarakat Adat se-Dunia
10 Agustus: Hari Konservasi Alam Nasional
12 Agustus: Hari Gajah se-Dunia
19 Agustus: Hari Orang Utan se-Dunia

September

16 September: Hari Pelestarian Lapisan Ozon Internasional
21 September: Hari Perdamaian Internasional
22 September: Hari Badak Sedunia
24 September: Hari Tani Nasional
27 September: Hari Pariwisata se-Dunia
29 September: Hari Jantung Sedunia

Oktober

4 Oktober: Hari Binatang se-Dunia
6 Oktober: Hari Habitat se-dunia
13 Oktober: Hari Pengurangan Bencana Alam se-Dunia
15 Oktober: Hari Mencuci Tangan se-Dunia
16 Oktober: Hari Pangan se-Dunia
22 Oktober: Hari Energi Sedunia

November

5 November: Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
19 November: Hari Toilet Sedunia
21 November: Hari Pohon se-Dunia
28 November: Hari Menanam Pohon Indonesia

Desember

4 Desember: Hari Konservasi Kehidupan Liar
5 Desember: Hari Tanah se-Dunia
11 Desember: Hari Gunung Internasional
14 Desember: Hari Monyet Sedunia


Semoga bermanfaat ya.  Mari kita jaga keluarga, dan lingkungan kita tetap aman, sehat, produktif, dan berkelanjutan.  Wassalam.

"Dunia ini hanya memiliki tiga hari: Hari kemarin, ia telah pergi bersama dengan semua yang menyertainya. Hari esok, kamu mungkin tak akan pernah menemuinya. Hari ini, itulah yang kamu miliki, maka beramal lah di hari ini." (Hasan al Bashri).

Baca juga: 

Konflik Gajah antara Solusi dan Resolusi

Wana Wisata dan Kebangkitan Ekonomi Hijau 


Senin, 19 Desember 2022

Grammatophyllum stapeliiflorum - Si Garang tapi Menawan

Assalamualaikum, Salam Rimba Lestari,

Postingan kali ini Jejak Erwinanta akan memperkenalkan salah satu anggrek yang banyak tumbuh di ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah, yaitu anggrek Grammatophyllum stapeliiflorum, yang dikenal sebagai grama hitam, walau sebenarnya anggrek ini bukanlah masuk dalam kelompok anggrek hitam yang terkenal itu. 

Anggrek termasuk hasil hutan bukan kayu (HHBK), karenanya banyak diburu di habitat aslinya untuk diperdagangkan.  Grama hitam ini, harganya bisa mencapai lebih dari Rp 350.000,- .  Bagi sahabat Erwinanta yang hobi berburu anggrek hingga ke hutan-hutan, anggreknya jangan dihabiskan semua ya, sisakan agar bergenerasi dan berkembang biak kembali di habitat aslinya. Jika anggreknya lestari, sahabat juga kan yang diuntungkan?

Berdasarkan klasifikasi ilmiahnya, spesies G. stapeliiflorum masuk kedalam famili Orchidaceae, subfamili: Epidendroideae, alliance : Cymbidium, genus: Grammatophyllum.  Spesies grama hitam ini banyak dijumpai pada ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah di Malaysia, Indonesia, Philipina, Newguinea hingga Selandia Baru (sumber: wikipedia).

Berbeda dengan kerabatnya G. speciosum yang berukuran besar,  grama hitam berukuran lebih kecil, dan tidak menyukai tempat terbuka yang terpapar matahari langsung. Berbunga menjuntai, dalam satu tangkai bunga terdiri dari 14 - 15 bunga.  Motif pada mahkota bunga berupa bercak-bercak atau loreng rapat berwarna coklat tua kehitaman.  Kemungkinan karena warna bunganya yang "garang" ini, anggrek ini kemudian dijuluki sebagai grama hitam.  Daun grama hitam berbentuk lancet, dan bertekstur tebal.  Dalam satu bulb terdapat dua buah daun yang saling berhadapan.

G. stapeliiflorum, koleksi JE

Perawatan anggrek ini cukup sukar, karena walau menyukai kondisi lingkungan yang teduh dan lembab,  namun tidak begitu menyukai banyak air atau basah. Jadi media tanam yang kita gunakan sebaiknya yang tidak banyak menyimpan air. Media yang terlalu basah akan menyebabkan anggrek ini gampang terserang jamur yang menyebabkan bulb membusuk dan daun rontok.  Terlalu kering menyebabkan anggrek ini gampang mengalami dehidrasi, dan stress.

Anggrek grama dapat ditanam di pot gantung atau di pot tanah liat yang digantungkan, karena bunganya yang menjuntai seperti cymbidium. Media yang digunakan adalah media umum untuk tanaman anggrek yaitu campuran arang dan cacahan batang pakis.  Disarankan baiknya grama hitam ditanam dengan cara ditempelkan pada batang pakis, karena memang di habitat aslinya anggrek ini hidup secara efipit. 

Untuk perbanyak jenis grama ini cukup mudah, hanya dengan cara split anakannya. Jangan pernah membuang bonggol atau bulb anggrek yang sudah tidak mempunyai daun, karena dari bonggol ini tetap bisa keluar anakan baru. 

Semoga informasinya bermanfaat ya, ... lestarikan alam untuk lestarikan hidup kita ... tetap semangat dan jaga kesehatan.  Wassalam.

- happy gardening -


Baca juga: | Grammatophyllum speciosum sang Tebu yang Bercorak Indah | 


Minggu, 18 Desember 2022

Pupuk PSB: Murah, Mudah, Mujarab

Pupuk PSB umur 15 hari
Assalamualaikum, Salam Rimba Lestari...


Kali ini Jejak Erwinanta ingin berbagi pengalaman tentang Pupuk PSB, singkatan dari Photosyntetic Bacteria, sesuai dengan namanya dikenal juga sebagai bakteri autotrop, karena kemampuannya berfotosintetis. Di alam bakteri ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu bakteri anoxygenic (tidak membutuhkan oksigen) dan oxygenic (membutuhkan oksigen), karenanya bakteri ini ada yang hidup di atas permukaan air, bersimbiosis dengan tanaman, tapi ada pula yang hidupnya di dasar lumpur dengan sedikit cahaya matahari.


Salah satu bakteri fotosintetis yang sering digunakan dalam dunia budidaya pertanian adalah jenis Synechococcus sp dari  kelompok bakteri cyanobacteria, yang memiliki pigmen berwarna merah, ungu, atau hijau, yang lebih dikenal sebagai "Pupuk PSB".

Cara kerja bakteri fotosintetis adalah melakukan penetrasi kedalam jaringan daun dan membantu meningkatkan daya fotosintesis bagi tanaman yang kurang terpapar cahaya matahari,  serta memfiksasi nitrogen bebas di atmosfer yang kemudian diberikan kepada inangnya sebagai nutrisi. Uniknya bakteri ini tidak membutuhkan substrat dari tanaman inangnya, sebagai bentuk imbal jasa, pamrih ataupun kompensasi.  Bakteri ini benar-benar tulus membantu induk semangnya.. so sweat banget ... 😍

Berikut berbagai manfaat dan kegunaan Bakteri Fotosintesis yang Jejak Erwinanta rangkum dari berbagai sumber:

  1. Membantu menstimulasi ketebalan kulit dan batang tanaman menjadi lebih kuat, sehingga tanaman tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
  2. Merangsang pertumbuhan akar menjadi lebih banyak.
  3. Menghemat penggunaan pupuk kimia
  4. Jika dikombinasikan dengan pupuk organik cair hasil fermentasi akan memperkuat kualitas pupuk organik cair tersebut.  
  5. Merangsang pembentukan bunga lebih banyak
  6. Memfiksasi nitrogen dari udara yang berguna bagi tanaman
  7. Membantu proses pelepasan gas hidrogen sulfida di dalam tanah hasil proses dekomposisi bahan organik. 
  8. Mempercepat pertumbuhan tanaman.  Pupuk PSB menghasilkan asam amino, asam nukleat, yang berguna sebagai zat pengatur tumbuh (ZPT).

Bakteri fotosintetetik dapat diperoleh dari alam dengan cara yang mudah, dan murah.  Bahkan dibeberapa toko online sudah banyak menawarkan produk pupuk PSB dengan harga berkisar antara Rp 6.000,- hingga Rp 46.000,-. Bagi sahabat Erwinanta yang hobi budidaya tanaman hias atau juga yang berprofesi sebagai petani, baiknya belajar dan membuat sendiri pupuk PSB, selain bisa menghemat, juga bisa mengamalkan ilmu dan pengalamannya kepada sesama. Jika begini dijamin bakal dilancarkan rezeki dan menambah keberkahan tuh... aamiin.

Berikut teknik pembuatan pupuk PSB yang Jejak Erwinanta lakukan dan praktekan, silahkan dicontoh dan diaplikasikan oleh sahabat-sahabat ya, jangan lupa sebelum memulai mengucapkan bissmillahirrohmanirrohim, supaya bernilai ibadah.

Bahan yang digunakan:

  1. Telur ayam atau telur bebek sebanyak 1 butir. Telur merupakan bahan utama pembuatan pupuk PSB. Telur menghasilkan asam amino yang diperlukan oleh bakteri fotosintetis untuk berkembang biak.
  2. Micin/MSG merk apa saja ukuran 1 sachet  (19 gram). Micin / MSG sebagai sumber energi bagi bakteri fotosintetik guna memperbanyak dirinya. 
  3. Kecap asin / saos tiram sebanyak 2 sendok makan. Kecap asin / saos tiram menyediakan mineral dan menciptakan kondisi basal yang disukai oleh bakteri fotosintetik untuk lebih aktif.  Kecap asin / saos tiram hanya sifatnya bahan tambahan atau pendukung, jika tidak ada, tidak apa-apa.
  4. Air hujan atau air kolam sebanyak lebih kurang 1 liter, dapat juga menggunakan air sumur, jangan gunakan air yang mengandung kaporit ya, karena kaporit merupakan senyawa yang bersifat disinfektan.
  5. Botol air minum kemasan berbahan plastik ukuran 1,5 liter sebanyak 1 botol atau  ukuran 600 ml sebanyak 2 botol.  Baiknya gunakan botol plastik bekas ya, supaya kita membantu mengurangi sampah plastik.  Ingat pupuk organik ingat semboyan 3R ya Sob, - reuse - reduce - recycle.
  6. EM4 atau effective microorganism sebanyak 4-6 tutup botolnya.  Sebagai biang bakteri EM4 mengandung sekitar 80 jenis microorganisme, terutamanya lima jenis kelompok yang esensial yaitu bakteri Fotosintetik, Lactobacillus sp,  Streptomyces sp, ragi, dan Actinomycetes. 
  7. Jika tidak ada EM 4 dapat pula menggunakan terasi sebanyak 3 sachet (1 sendok), atau bisa menggunakan adukan dari air lumpur kolam.  PSB yang menggunakan terasi biasanya berwarna hijau.  Untuk PSB berbahan baku telur dan terasi Jejak Erwinanta belum pernah mencobanya, yang pernah dan justru bikin ketagihan adalah telur sambal terasinya ... hmm yammy 😂😁.
  8. EM4,  terasi, air lumpur kolam, hanya sebagai biang bakteri atau aktivator saja, guna mempercepat proses, tidak mesti harus tersedia.  Tapi bagi sahabat Erwinanta yang ingin membuat berbagai varian pupuk organik, sebaiknya memiliki EM4, paling tidak cukup sebotol saja yang berwarna orange.
  9. Perlengkapan pendukung lainnya corong, senduk, mangkuk, dan tisu atau kain pembersih, serta gayung.

Cara pembuatan:

  1. Telur, msg, kecap asin/saos tiram diaduk menjadi satu hingga merata, kemudian campurkan EM4 atau terasi diaduk kembali dan biarkan selama 15-30 menit, agar bakteri yang ada dari EM4 atau terasi dapat aktif. Proses ini dilakukan diwadah sendiri menggunakan mangkuk.  
  2. Setelah 15-30 menit, campuran tersebut kemudian dimasukan ke botol bekas air minum kemasan ukuran 1,5 lt, atau yang ukuran 600 ml, dengan menggunakan corong.  Masing-masing botol sebanyak 4-5 sendok makan  atau disesuaikan pembagiannya agar merata disemua botol kemasan. 
  3. Kemudian tambahkan air tampungan hujan atau air kolam sampai volumenya mencapai setengah atau 2/3 dari tinggi botol.  Harus disisakan ruang kosong dalam botol, agar tersedia ruang bagi gas metan hasil fermentasi. Selanjutnya botol kembali ditutup dan di kocok-kocok agar campuran kembali merata.  
  4. Letakan atau gantung botol yg berisi calon PSB tersebut di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung, biarkan selama 15-30 hari.  Setiap hari tutup botol dibuka sesaat, untuk mengeluarkan gas metan hasil proses fermentasi, guna menghindari botol meledak dan pecah. Kemudian botol diguncang-guncangkan agar endapan tercampur kembali menjadi larutan. Perlakuan ini biasanya berlangsung selama 7 - 14 hari di awal.
  5. Supaya praktis, tidak mesti buka tutup botol tiap hari, caranya adalah dengan melubangi tutup botol dengan jarum, kemudian tutup dengan tisue yang dibasahi, dan dipayungi dengan gelas plastik guna menghindari lalat bertelur pada tutup lubang dan sekitar tisue. 
  6. Setelah 15 hari, larutan akan nampak berubah warna menjadi merah, jingga, merah maron, hijau atau ungu. Biarkan sampai warna air di botol berwarna lebih pekat, sebagai tanda pupuk PSB sudah siap digunakan.
  7. Pupuk PSB memiliki aroma yang kurang sedap, bagi sahabat yang tidak tahan dengan aromanya sebaiknya menggunakan masker. 

Cara pengaplikasian :

  1. Ada 2 cara pengaplikasiannya, yaitu dengan cara dikocorkan dan disemprotkan.   
  2. Jejak Erwinanta merekomendasikan  sebaiknya dilakukan dengan cara disemprot di seluruh batang dan daun tanaman pada pagi hari antara pukul 07.00 - 09.00 WIB.
  3. Diupayakan penyemprotan juga dilakukan pada bagian bawah daun, karena stomata banyak terdapat di bagian bawah daun di bandingkan pada permukaannya. 
  4. Aroma yang tidak sedap dari PSB berguna untuk mengusir beberapa serangga yang menjadi hama tanaman.
  5. Larutan yang digunakan dengan komposisi 1 liter PSB di larutkan dengan 5 liter air untuk sistem dikocor, sedangkan untuk disemprot dengan komposisi 1 liter PSB dilarutkan kedalam  10 liter air.  Diberikan selama seminggu sekali.
  6. Jangan semua PSB dihabiskan untuk pupuk cair ya sob, sisakan seperempat dari botol, sebagai biang untuk pembuatan pupuk PSB selanjutnya, sehingga dapat menjadi pengganti aktivator dan menghemat penggunaan EM4.

Baca juga :  Jangan Sia-siakan Sampahmu , Atasi Genangan dengan Biopori


Pengalaman Jejak Erwinanta menggunakan pupuk PSB racikan sendiri, dengan komposisi 500 ml PSB dilarutkan kedalam 10 liter air dan diberikan dengan cara disemprotkan.  Penggunaannya untuk tanaman anggrek, begonia, dan aglonema yang dilakukan sekali dalam sebulan.  

Nah cukup mudah bukan? ... silahkan dicoba ya... jika berhasil jangan lupa dishare kepada sesama, indahnya berbagi... 


Happy Gardening



Referensi:

  1. Pengaruh Aplikasi Bakteri Fotosintetik Synechococcus sp. Terhadap Laju Fotosintetis Tanaman Kedelai  (https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/23230)
  2. Potensi Asosiasi Bakteri Fotosintetik Synechococcus sp. dengan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) (https://jurnal.ikipjember.ac.id/index.php/biocons/article/view/229)
  3. Bakteri Fotosintesis, Penambah Nutrisi Tanaman (http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/80391/Bakteri-Fotosintesis-Penambah-Nutrisi-Tanaman/)


Jumat, 16 Desember 2022

Sedentari - Gaya Hidup yang Mengancam Hidup

Mager dan obesitas
Tidak dipungkiri kemajuan teknologi, terutama teknologi informatika, semakin memudahkan seseorang untuk memperoleh keinginannya serta menjalani hidup secara praktis dan instan, tanpa perlu banyak mengeluarkan tenaga berlebih. 
 

Layaknya iklan smartphone "dunia dalam genggaman", begitulah kira-kira gambaran betapa teknologi memberikan pengaruhnya bagi penghidupan manusia.  Saat ini apapun cukup dilakukan secara "online"  dari tempat duduk kesayangan kita tanpa perlu capek dan berkeringat.  Begitu tinggi ketergantungan pada gadget, smarphone, televisi, komputer, dan laptop, membuat seseorang rela mengorbankan berjam-jam waktu hanya untuk bersamanya, daripada waktu untuk dirinya dan keluarganya.   Inilah yang tanpa disadari menggiring seseorang berperilaku sedentari.  

"Lantas apasih yang dimaksud dengan sedentari dan resikonya bagi kita?"

Sedentari berasal dari bahasa inggris "sedentary", yang artinya menetap, yang dikerjakan sambil duduk, yang duduk terus menerus, tak berpindah-pindah.  Aktivitas sedentari menurut P2PTM Kemenkes RI didefinisikan sebagai kegiatan yang mengacu pada segala jenis aktivitas yang dilakukan di luar waktu tidur, dengan karakteristik keluaran kalori sangat sedikit yakni kurang dari 1.5 METs.   

METs merupakan singkatan dari metabolic equivalent of task,  yakni satuan yang menunjukan rasio jumlah energi yang diperlukan terhadap massa tubuhnya pada saat melakukan suatu aktivitas fisik dan membandingkannya dengan saat istirahat.   Nilai 1 METs adalah energi yang dikeluarkan saat  duduk beristirahat sebesar 3.5 mililiter oksigen yang dikonsumsi per kilogram (kg) berat badan per menit.  Nilai 1.5 METs diartikan sebagai aktivitas yang membutuhkan energi 1.5 kali kebutuhan energi saat beristirahat.  Aktivitas dengan nilai kurang dari 1,5 METs, seperti dikutip dari laman Kemenkes RI, antara lain: 

  1. Berbaring atau duduk terlalu lama, seperti menonton tv, bermain video game, duduk lama di depan komputer.
  2. Anak-anak pergi ke sekolah diantar menggunakan kendaraan meski jaraknya dekat.
  3. Seseorang pergi ke toko atau mini market dengan jarak yang dekat menggunakan kendaraan.
  4. Kurang berolahraga.

Secara sederhana ukuran seorang dianggap sedentari adalah perilaku malas bergerak dengan aktivitas fisik  kurang dari 30 menit per hari,  karenanya sedentari sering diistilahkan "Mager" (Males Gerak), atau "kaum rebahan". Sedentary lifestyle ternyata telah menjadi gaya hidup sekitar 60% generasi melenial saat ini.  Berikut ini beberapa faktor pemicu munculnya gaya hidup sedentari :

  1. Terpenuhinya fasilitas secara lengkap, menyebabkan orang  malas untuk beraktivitas secara aktif.  
  2. Pandemi Covid 19, menjadi  salah satu pemicu semakin meningkatnya gaya hidup para rebahaner ini.  
  3. Tuntutan atas profesi pekerjaan, misalnya seorang programer, operator komputer, pegawai administrasi, dan sebagainya
  4. Hobi atau kesenangan, misalnya merajut, bermain game online, menulis dan membaca.
  5. Kurang gemar berolah raga. 
  6. Lingkungan dan lokasi tempat tinggal, kebiasaan mager biasanya banyak terjadi di lingkungan perkotaan atau urban. Mereka yang hidup secara komuter berpotensi menjalani hidup sedentari.
  7. Tabiat atau kebiasaan yang menjadi sifat seseorang, biasanya dipengaruhi oleh pendidikan didalam keluarga, misalnya kebiasaan karena meniru atau ikut-ikutan, merasa aman bila didalam rumah, dan sebagainya.

Gaya hidup "gerak minimalis" ini, ternyata sangat beresiko terhadap kesehatan fisik maupun psikis.  Menurut penelitian, 90% orang yang duduk selama lebih dari 6 jam sehari di tempat kerja, lebih rentan terhadap gangguan psikologis seperti gelisah, lelah,  badmood, dan putus asa.  Menyebabkan terganggunya metabolisme tubuh yang beresiko terjadinya obesitas atau kegemukan.  Remaja dengan sedentari, beresiko 4,7 kali lebih besar mengalami obesitas dibandingkan remaja aktif.   Selain itu,  gaya hidup sedentari beresiko meningkatnya kadar kolesterol jahat (LDL), diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung koroner, darah tinggi dan stroke, kanker, osteoporosis, dan menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Nah setelah membaca ini apakah sohib erwinanta masih mau bermalas-malasan.... ?!  Yukk kita lawan sedentary lifestyle, melalui tips berikut:

  1. Perbanyak aktivitas dengan berjalan kaki. Menurut beberapa literatur, aktivitas berjalan kaki selama minimal 30 menit setiap harinya,  terbukti dapat mengurangi risiko kematian akibat jantung berhenti mendadak (sudden cardiac death).  Aktivitas berjalan kaki tidak hanya dilakukan di rumah, akan tetapi juga dilingkungan kantor.  Naik turun tangga sangat  dianjurkan, karena diyakini banyak membakar kalori  dan memperkuat tulang.
  2. Jika pekerjaan anda mengharuskan untuk beraktivitas lama diatas kursi, cobalah untuk berdiri atau beranjak dari kursi setiap interval waktu 20-30 menit.
  3. Lakukan olahraga sebagai aktivitas rutin. Disarankan untuk melakukan aktivitas fisik sekala sedang dengan nilai METs antara 4.9 - 6.7  selama 150 menit atau 75 menit setiap minggunya.  Contohnya senam aerobik, bersepeda santai, dan jalan santai.
  4. Kerjakanlah sendiri pekerjaan di rumah, jangan seluruhnya diserahkan kepada asisten rumah tangga, seperti menyapu, membersihkan halaman, atau menyiram bunga.
  5. Terpenting adalah habiskan waktu luang anda bersama keluarga, jangan habiskan di depan televisi atau main handphone, misalnya rekreasi bersama keluarga, jalan sehat dan bersepeda bersama keluarga dan sebagainya.


Mulai sekarang mari kita batasi perilaku sedentari, sebelum dia membatasi hidup kita...   ingat keluarga anda sangat membutuhkan kehadiran anda bukan handphone anda ... Salam sehat dan tetap produktif ... 

Wassalam.


Referensi:


Rabu, 14 Desember 2022

Penderita Jantung si Jantung Hati

Penyakit jantung merupakan penyakit tidak menular, akan tetapi penyebab kematian utama di dunia.  Penyakit jantung dapat menyerang siapa saja, gak peduli  umur, status sosial, bahkan harta dan kekuasaan yang kita miliki.  Gak peduli dimana dan kapan kejadiannya berlangsung.  Celakanya sebagian besar penyakit jantung tidak bisa disembuhkan, hanya dapat dikendalikan agar tidak semakin parah, melalui pengobatan seumur hidup.

Diambil dari halaman  alodokter.com, macam-macam penyakit jantung terdiri dari penyakit jantung koroner (PJK), serangan jantung, aritmia, kardiomiopati, gagal jantung, penyakit jantung bawaan, penyakit katup jantung, endokarditis, dan tumor jantung.   Seseorang dianggap beresiko tinggi terkena penyakit jantung jika mengalami kondisi antara lain hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga, gaya hidup yang tidak sehat, obesitas, dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Data WHO menyebutkan dari 41 juta penduduk dunia yang meninggal akibat penyakit tidak menular (PTM), sekitar 17,9 juta (43.6%) diantaranya disebabkan karena penyakit jantung koroner (PJK).  Di negara Indonesia, berdasarkan data BPJS, jumlah pasien PJK mencapai  9.4 juta pertahun, dengan kasus kematian setiap tahunnya sebanyak 651.481 jiwa, dan beban pembiayaan mencapai 7,7 triliun rupiah.   

Prevalensi tertinggi PJK adalah aparatur pemerintah sebesar 2.7% (artinya dari 1000 aparatur ada 27 diantaranya menderita PJK) dan masyarakat yang hidup di perkotaan dengan prevalensi mencapai 1.6%.  Nah .. nah... bagi anda yang berprofesi sebagai aparatur pemerintah dan tinggal di kota, sangat berpeluang banget nih berjumpa dengan yang namanya si PJK...  hati-hati ya sob... 

Tingginya resiko kematian akibat PJK, menjadi perhatian khusus Federasi Jantung Dunia, yang kemudian menetapkan tanggal 29 September sebagai Hari Jantung Sedunia.  Diharapkan melalui peringatan hari jantung sedunia ini semakin membuka kesadaran semua orang untuk melawan PJK dengan terus mempertimbangkan cara terbaik penggunaan jantung dengan prinsip sayangi sesama, sayangi alam, dan sayangi diri sendiri.  Akses pengobatan yang buruk, tingginya tingkat polusi, beban psikologis dan stres adalah faktor utama meningkatnya prevalensi dan angka kematian akibat PJK.

Saya dan istri adalah pasien jantung, saya sendiri sudah pasang ring di usia 48 tahun sedangkan istri karena bermasalah pada irama jantungnya (aritmia), dipasang alat pace maker (alat pacu jantung) diusianya yang ke 50 tahun.   

Serangan jantung yang saya alami terjadi pada tanggal 9 desember 2020, akan tetapi gejala sudah mulai terasa sejak 5 bulan sebelumnya.  Ditandai  kaki yang terlihat membengkak jika duduk terlalu lama, nafas berat, dada (ulu hati) terasa sakit seperti dipukul-pukul dan punggung dibagian bawah tulang belikat terasa pegal dan ngilu.   Rasanya seperti masuk angin dan selalu ingin bersendawa.  Puncak serangan jantung ditandai dengan keluarnya keringat dingin, dada nyeri seperti ditusuk-tusuk, telinga berdenging, pandangan gelap,  badan lemas dan terasa dingin.   Nah jika sahabat erwinanta mengalami gejala-gejala seperti ini, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jantung atau dokter penyakit dalam, jangan menduga-duga dan menyimpulkan sendiri ya.

Pada awalnya saya menerima PJK sebagai malapetaka, merasa diri diibaratkan seperti habis manis sepah dibuang, merasa tidak berguna, menjadi beban, tidak produktif, serta seolah hidup hanya untuk menunggu panggilan sang Pencipta saja. Hampir 1.5 tahun saya mengalami "down" dan "kegamangan" antara loyalitas, keadilan, dan kekecewaan, yang ternyata perasaan yang emosional ini justru menambah PJK saya semakin parah. ... Pikiran bodoh yang justru merugikan diri sendiri.. Jangan suka "baperan" ya sob.

Ada 7 tips  versi jejak erwinanta, agar pasien PJK si jantung hati gak baperan dan mampu menjalankan kehidupannya bersama PJK dengan damai, silahkan disimak ya... 

1. Menerima PJK dengan pikiran positip

PJK wajib kita cegah, tapi jika melanda kita, jangan pula dianggap bencana yang menambah penyesalan dan kekecewaan.  Berusahalah untuk menerima PJK layaknya seperti teman karib yang akan setia menemani disisa umur kita.  Dia akan mengajari kita pentingnya menghargai hidup, menunjukan ke kita siapa sih yang lebih peduli terhadap kita, dan terpenting menyadarkan kita bahwa Tuhan YME itu selalu ada dan menyayangi kita. 

2. Manajemen waktu dengan baik

Rutinitas pasien PJK adalah minum obat secara teratur, istirahat cukup, dan makan minum dengan porsi yang tepat, untuk itu diperlukan pengaturan dan disiplin menggunakan waktu.  Termasuk juga pemanfaatan waktu luang, bekerja, interaksi dengan keluarga, dan ibadah.  Pasien PJK umumnya "slow motion" tidak bisa lagi bekerja dan bertindak seperti sebelum PJK datang.  Jadi segala aktivitas pekerjaan dimulai lebih awal agar dapat selesai tepat waktu. 

3.  Memperbaiki gaya hidup sehat.

Paling berat adalah memperbaiki kebiasaan buruk, yang kadang sudah menjadi "gengsi" seperti merokok, gemar makan makanan berkolesterol tinggi, gila kerja sampai lupa waktu, lupa dengan kondisi badan, lupa dengan kehidupan sosial dan keluarga.  Keberhasilan tergantung seberapa teguh komimen anda mengendalikan godaan tersebut.  Cara yang saya lakukan adalah dengan mensugestikan diri agar mampu mengontrol dan mengendalikan keinginan terhadap aktivitas dan hal-hal yang dapat memancing datangnya PJK semakin parah, misalnya berpuasa, diet, self control terhadap makanan, misalnya menanamkan dibenak kita bahwa "itu sudah pernah saya rasakan" atau "sakit itu tidak enak dan mahal"dan sebagainya.

4. Olah Raga ringan jalan sehat

Olga yang disarankan bagi PJK adalah jalan sehat, minimal 30 menit sehari.  Ternyata banyak manfaat tidak hanya kepada kesehatan fisik, akan tetapi juga psikis. Jalan sehat di pagi hari selain memperoleh udara pagi yang segar,  bertemu dan menyapa tetangga  dengan senyuman menjadi obat gratis pengendali PJK yang cukup ampuh loh.

5. Memperkuat silaturahmi dan beraktivitas sosial dengan baik.

Salah satu efek sampingan dari PJK adalah perasaan tersisihkan baik secara sosial maupun ekonomi, dan biasanya hal ini selalu ditutup tutupi oleh pasien PJK, menjadi beban pikiran yang berujung pada terganggunya kesehatan mental.  Silaturahmi tidak hanya membangun empati dan solidaritas tapi juga saling menguatkan satu sama lain.  Janji Allah dengan memperkuat tali  silaturahmi akan memperpanjang umur dan membuka pintu rezeki.

6. Optimalkan Bakat

Pandangan buruk seorang PJK adalah pasrah dengan keadaan yang justru membuat pasien PJK tidak produktif.  Pasien PJK memang tidak direkomendasikan melakukan aktivitas berat, tapi bukan berarti tidak boleh melakukan aktivitas sama sekali.  Jika anda punya bakat menulis atau seni, tuangkan bakat tersebut sebagai media pengendalian emosional anda, pengisi waktu luang, dan siapa tahu bisa menambah penghasilan anda.

7.  Perbanyak Ibadah

Jika anda selamat dari serangan jantung, bersyukurlah karena Allah masih memberikan kesempatan untuk merevitalisasi hidup anda menjadi lebih baik di dunia ini.   Gunakanlah kesempatan baik ini,  jangan sampai berlalu sia-sia, jadikan "injury time" ini untuk mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya, guna anda bawa ke kehidupan akherat, kampung dimana manusia akan mudik kelak.


Semoga bermanfaat ya, salam sehat dan jangan berputus asa...


RS Harapan Kita, 14 Desember 2022


Sabtu, 10 Desember 2022

Puisi Alam


DUA GUNUNG KEPADAKU BICARA

Karya: Taufik Ismail


Kepada Singgalang bertanya aku
Wahai gunung, masa kanakku dilututmu
kampung ibuku
kenapa Indahmu dari dahulu tak habis-habis
jadi rinduku

Kepada Merapi berkata aku
Wahai gunung masa bayiku ditelapakmu
kampung ayahku
kenapa gagahmu dari dahulu tak habis-habis
dari ingatanku

Kedua gunung tentu saja
Cuaca dingin bahasanya
Kabut putih kosa katanya
Rintik hujan ungkapnya
Senyap biru bisikannya

Kepada dua gunung kuulang tanya
berjawab lewat desahan jutaan daun rimba raya
bergema begitu indahnya lewat margasatwa
ombak nyanyian insekta betapa merdunya
bertanyalah pada Yang di Atas Sana


(Idhul Adha, Senin 8 Desember 2008
Nagari Ale Angek, di seberang Nagari Pandai Sikek)


Grammatophyllum speciosum – sang tebu yang bercorak indah ...

G. speciosum
Sahabat Erwinanta, kali ini kita akan mengulas sedikit tentang tanaman anggrek. Tidak dapat dipungkiri bahwa anggrek adalah salah satu tanaman hias yang cukup banyak penggemarnya. Bunganya nan eksotik, tahan lama tentu indah dipandang mata. Topik Jejak Erwinanta kali ini sekilas tentang spesies Grammatophyllum speciosum....


Tanaman dari famili Orchidaceae (anggrek) ini tumbuh secara epifit di hutan hujan tropis mulai dari wilayah indo-China, Indonesia, Filipina, hingga Pasifik barat daya.  Penamaan genus Grammatophyllum diberikan oleh C.L. Blume pada tahun 1825, yang diambil dari bahasa Yunani, “Gramma” yang berarti “tanda” dan “phyllon” yang berarti “daun”.

Salah satu jenis yang terkenal dan mulai terancam keberadaannya adalah Grammatophyllum speciosum,  yang diyakini sebagai spesies anggrek terbesar di dunia. Pseudobulb-nya dapat tumbuh memanjang hingga mencapai ukuran 2,5 m – 3 m, membentuk rumpun dengan berat mencapai ratusan kilogram.  

Banyak masyarakat menyebutnya sebagai anggrek tebu, mungkin karena batang daunnya (pseudobulb) yang bentuknya berbuku-buku dan ukurannya yang besar layaknya tanaman tebu.  Ada pula yang menamainya sebagai anggrek macan atau anggrek ratu, mungkin karena tampilan mahkota bunganya yang bertotol-totol, berwarna coklat gelap, layaknya kulit macan, dengan lebar bunga mencapai 10 cm dan beraroma harum. 

Tidaklah salah julukan anggrek ini sebagai ratu anggrek, karena pesonanya dikala mekar sungguh luar biasa.  Pancaran keharumannya memanjakan indra penciuman kita.  Bunga anggrek ini dapat  bertahan hingga 2 (dua) bulan bahkan lebih. Waktu berbunga biasanya pada menjelang musim penghujan, yaitu di bulan Oktober hingga Desember.

Bunga Anggrek Tebu, November 2022

Berbeda dengan anggrek epifit lainnya, anggrek tebu justru sangat menyukai kondisi terbuka dan toleran dengan cahaya matahari langsung dengan lama penyinaran lebih dari 8 jam perhari, karenanya di habitat aslinya, anggrek ini banyak dijumpai di pohon-pohon yang tinggi. 

Anggrek tebu memiliki daur berbunga yang cukup lama, lebih dari 3 tahun bahkan ada yang sampai 9-10 tahun, sungguh suatu penantian yang panjang. Laju eksploitasi yang tinggi dan regenerasi tanaman yang lama, menyebabkan tanaman ini semakin sulit ditemukan di alam. 

Tentu bagi sobat erwinanta yang memelihara anggrek ini akan menjadi suatu kebahagian saat melihat ia "berbakti" dengan menunjukkan bunganya yang mempesona. Semua lelah dan penantian panjang itu seolah-olah "hempas" sudah.  

Ohya jangan lupa bagi sobat Erwinanta, jika memiliki anggrek ini, tolong di jaga, dan di rawat dengan sebaik-baiknya ya, syukur-syukur  jika dapat diperbanyak, agar dapat di sumbangkan kembali ke alam. 


Happy Gardening...


Jumat, 09 Desember 2022

Jangan Sia-Siakan ... Sampahmu

Setiap aktifitas keseharian kita pasti menemukan bahkan menghasilkan sampah, baik dari sisa olahan makanan di dapur, daun-daun kering di halaman, kertas-kertas sisa pekerjaan, kardus bungkusan belanja online, ataupun plastik sisa pembungkus makanan dan  kantong belanjaan.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengolahan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian LHK tahun 2021, sumber penghasil sampah terbesar berasal dari rumah tangga (40,9%) dimana sisa makanan merupakan jenis sampah terbanyak yaitu sebesar 39,82%

Untuk melihat data sampah secara nasional silahkan klik disini

Sampah rumah tangga dikategorikan kedalam dua golongan besar, yaitu sampah organik dan sampah anorganik.  Sampah organik adalah sampah yang berasal dari unsur hayati (makhluk hidup) yang mudah terurai secara alami seperti sisa sayuran, sisa buah-buahan, daun kering, kulit telur dan sebagainya. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari benda tak hidup (non hayati) yang sukar terurai secara alami, seperti  plastik, kaleng, kaca dan sebagainya. 

Sampah organik setelah mengalami proses penguraian atau dekomposisi, akan menghasilkan pupuk organik yang mengandung berbagai unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, dan membikin tanaman kita tambah happy loh.... 🥰  Nahhh...sahabat,  jangan sia-siakan sampah organik kita ya.    

Ada dua katagori pupuk organik yang perlu sahabat ketahui, yaitu pupuk organik cair dan pupuk organik padat.  Pupuk Organik Cair (POC) adalah pupuk yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi, karenanya POC  beraroma seperti air tape.  Sedangkan pupuk organik padat adalah pupuk yang berbentuk padat hasil dari pelapukan atau pembusukan sampah organik, memiliki aroma khas tanah atau kayu lapuk.  Baik pupuk organik cair maupun pupuk organik padat sama-sama memerlukan organisme pengurai (dekomposter).  

Yuk kita belajar mengenal sampah organik yang paling sering dihasilkan di dapur kita, beserta potensi unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman kesayangan kita:


1. Kulit  Telur



Menurut Journal of Agricultural and Food Chemistry kandungan pada kulit telur terdiri dari 98,2% Kalsium karbonat (CaCO3), 0,9% Magnesium (Mg), dan 0,9% fosfor (P), sedangkan pada membran kulit telur terdiri dari 69,2% protein, 2,7% lemak, 1,5% air, dan 27,2% abu.   

Bagi tanaman unsur -unsur yang terkandung tersebut sangat bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan kerdil, bunga dan buah gampang rontok, regenerasi sel dan fotosintetis,  dan meningkatkan daya tahan tanaman dari serangan hama seperti lalat buah. Bagi tanah, tepung kulit telur dapat mengurangi kadar keasaman tanah, yang tentunya akan membuat tanaman lebih nyaman. 

Cara pemanfaatan kulit telur untuk tanaman hias cukup mudah, yang biasa kami lakukan adalah dengan menghancurkan cangkang telur terlebih dahulu, tidak mesti harus berbentuk tepung ya.  Kemudian taburkan saja disekeliling tanaman hias.  Oh ya cangkang telur dan karpet telur bisa loh digunakan sebagai pot untuk persemaian bibit tanaman.  

2.  Kulit Bawang Merah


Kulit bawang mengandung hormon pertumbuhan allicin dan thiamin sebagai zat pengatur tumbuh  tanaman (ZPT), yang dapat merangsang tumbuhnya akar.  Kandungan kalium, magnesium, fosfor dan zat besi pada kulit bawang tentu saja akan membuat tanaman tumbuh subur.  Manfaat lain dari kulit bawang merah adalah sebagai mulsa organik yang dapat menjaga kelembaban tanah, mencegah tumbuhnya gulma, serta dapat mengusir ulat, kutu, dan jamur yang dapat mengancam  tanaman kesayangan kita.  Cara pemberiannya, cukup dengan menaburkan kulit bawang disekitar tanaman hias secara merata.

3. Air Leri atau Air Cucian Beras 




Air cucian beras atau air leri mengandung beberapa nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Berikut jenis dan jumlah nutrisi yang terkandung dalam air cucian beras: 6-8% protein, 30-40% serat kasar, 10-20% asam amino bebas, 20-30% kalsium (Ca), 45-50% total fosfor (P), 45-50% besi (Fe), 10-12% seng (Zn), 40-45% kalium (K), 55-60% tiamin, 25-30% riboflavin, 60-65% niasin.  

Selain memberikan nutrisi, air cucian beras mengandung bakteri yang bermanfaat bagi tanaman, seperti: bakteri  Pseudomonas fluorescens yang beradaptasi pada sistem perakaran tanaman. Bakteri ini dapat menghambat perkembangbiakan patogen.  Bakteri Pektolitik pektin adalah sejenis mikroba yang mensintesis karbohidrat dan asam amino untuk menghasilkan hormon pertumbuhan (ZPT).  Dalam pengaplikasiannya,  air cucian beras dapat disemprotkan secara langsung sebagai pupuk daun, atau dikocorkan pada media tanah, setelah terlebih dahulu didiamkan selama 1-2 jam.   

4. Kulit Pisang



Kulit pisang memiliki kandungan kalium organik yang cukup tinggi, yaitu sekitar 42 %, protein, dan potasium. Kalium  membantu memperkuat batang tanaman dan melawan penyakit. Protein membuat tanaman menjadi subur, dan lebat jika berbuah, dan potasium dapat membantu tanaman tahan dari kekeringan, sehingga tanaman tidak cepat layu.  

Pemberian kulit pisang sebagai nutrisi tanaman dapat dilakukan secara langsung diletakan pada pot tanaman, dikeringkan dan kemudian baru diberikan pada tanaman, atau dirubah terlebih dahulu menjadi POC atau pupuk kompos padat.  

5. Ampas Kopi



Ampas kopi mengandung 2,28% nitrogen., fosfor 0,06% dan 0,6% kalium. pH ampas kopi sedikit asam, berkisar 6,2 pada skala pH. Selain itu, ampas kopi mengandung magnesium, sulfur dan kalsium yang berguna bagi pertumbuhan tanaman.  Manfaat ampas kopi untuk tanaman antara lain: menyebabkan warna bunga atau daun tanaman menjadi lebih cerah, mulsa, mencegah serangan molusca dan jamur, dan menambah kandungan nitrogen tanah.  Pemberian ampas kopi dapat dilakukan dengan cara menaburkan disekitar tanaman hias kita. 

Baca juga : | Atasi Genangan dengan Biopori  |

Sebaiknya sahabat erwinanta,  menyiapkan tempat pembuatan kompos khusus untuk limbah organik.  Alatnya gampang dibuat, mau beli pun banyak tersedia di toko-toko online. Sejak dari rumah kita, sebaiknya sampah sudah mulai kita pilah.  Sampah organik, kita manfaatkan kembali untuk pupuk organik, dan sampah anorganik biarlah selama belum bisa kita daur ulang kita kirimkan ke Bank Sampah  atau ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sampah.  

Kebetulan untuk alat pengolahan kompos sekala rumah tangga, kami menggunakan composting bag kapasitas 80 liter, yang siap menampung limbah organik dapur untuk 3 bulan kedepan 😉. Jadi sahabatku pencinta tanaman hias, akan selalu memiliki tanah kompos yang kaya nutrisi dan tentunya menghemat pengeluaran untuk media tanam. 



Sore ini udara di kota liwa  sejuk seperti biasanya. Mendung sudah terlihat dan segera akan meneteskan hujan. Saya sedang menyiapkan hidangan sore ini berupa pisang goreng. Tentu nikmat rasanya pisang goreng hangat, ditemani dengan secangkir kopi robusta petik merah yang masih mengepulkan asap.

Hhhhmmmmm...hati senang, perut kenyang dan tanaman pun riang ... 😁 

... yuk kita mulai melatih diri kita untuk terbiasa memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah kita... salam 3R (reuse, reduce, recycle) ... 


Happy Gardening... 



Kamis, 08 Desember 2022

Konflik Gajah antara Solusi dan Resolusi ?

Gajah Sumatera, foto: WCS, 2022

Assalamu'alaikum ... 

Salam Rimba Lestari ...

Sobat Jejak Erwinanta dimanapun berada dan apapun keadaannya tetaplah tersenyum, karena senyum itu adalah ibadah..

Bicara konflik memang tidak melulu manusia versus manusia saja, ternyata manusia dengan satwa pun bisa berkonflik.  Seperti halnya di daerah kami di Lampung Barat, peristiwa gajah masuk kampung bukanlah berita hoax, tapi memang benar-benar terjadi.  

Setidaknya sejak tahun 2018 hingga kini, masyarakat di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh, kerap menjadi langganan kunjungan mamalia bertubuh besar dan berbelalai ini, walau tidak sampai menimbulkan korban dikedua belah pihak, tapi menyisakan traumatik bagi keduanya.  

Gajah tidak lagi seperti "Bona - Gajah Kecil Berbelalai Panjang..." tapi dianggap mahluk menakutkan yang tidak layak untuk hidup berdampingan, mungkin begitu pula pikiran gajah  kepada manusia...  Semoga tidak begitu ya, karena sesama mahluk Allah, dilarang saling menzholimi... hi hi hi.

Berbagai upaya mitigasi sudah dilakukan mulai dari pembentukan satgas, pengusiran, pemasangan GPS, hingga penyiapan pakan gajah, bahkan wacana untuk relokasi gajah pernah dicetuskan.   Namun  semua upaya tersebut belum membuahkan hasil yang memuaskan, dan bahkan pemerintah daerah dianggap kurang responsif dan lambat dalam penangannya.    

Menurut Jejak Erwinanta - wajar jika penanganan konflik satwa memerlukan suatu proses yang panjang, mahal dan rumit - ini adalah buah dari suatu konsekuensi dan resiko, manakala pemanfaatan habitat satwa dilakukan secara tidak bijaksana, seperti itulah fakta yang kemudian akan terjadi.  

Daripada energi habis hanya untuk saling menyalahkan, baiknya semua elemen kembali melakukan islah, duduk dalam satu meja untuk merumuskan "Roadmap" penanganan konflik gajah secara komprehensif, dilandasi dengan kesadaran yang tinggi, komitmen dan rasa tanggung jawab yang kuat untuk berkontribusi secara nyata sesuai kemampuannya masing-masing, dimulai dari tahap penyusunan, perumusan kesepakatan, dan pelaksanaannya. 

Jejak Erwinanta mencoba memberikan sumbangan pemikiran, terkait penanganan konflik gajah dan manusia, - semoga yang sedikit ini dapat memberikan manfaat yang besar - dalam rangka melindungi keberlangsungan kehidupan gajah dan manusia.  

"Bayangkan jika gajah di Lampung punah, lantas mau diganti apa maskot Lampung kedepannya ?"  

Ada 5 (lima) tawaran resolusi yang dapat dijabarkan kedalam langkah-langkah solusi penanganan konflik gajah sumatera dengan manusia, melalui "Roadmap" yaitu: 

1. Samakan Visi

Yakinkan bahwa  Allah menciptakan segala sesuatu tidaklah sia-sia

Begitulah kenapa gajah itu ada, artinya keberadaannya pastilah punya peranan penting di dalam sistem biosfer.  Erwinanta tidak mengatakan menyamakan persepsi tapi lebih pada menyamakan visi.  Dengan Visi, penanganan konflik satwa dan manusia tidaklah hanya bersifat kedaruratan, dan antisipatif, tapi berdimensi jangka panjang, simultan dan sistematis serta bertujuan untuk merubah mindset misalnya "dari konflik menjadi berkah".  

Hasil analisa fishbone yang Jejak Erwinanta lakukan, teridentifikasi 5 (lima) tema kerentanan yang dapat diturunkan dan dijabarkan ke dalam misi dan strategi penanganan konflik satwa dan manusia, yaitu:  Kapasitas Ekosistem, Kapasitas Sumber Daya Manusia,  Program dan Inovasi, Political Will, dan Market Share. 

2. Rekayasa Ruang Konflik

Ibarat mengatasi kemacetan lalu lintas, selalu ada upaya yang namanya rekayasa lalu lintas.  Mungkin pendekatan ini dapat dilakukan guna mengurai dan menemukenali pemicu terjadinya gajah keluar dari jalur yang seharusnya. Gajah memerlukan ruang gerak, begitu juga manusia memerlukan ruang untuk hidup, karenanya perlu dirumuskan seperti apa merekayasa ruang gerak dan hidup yang berkeadilan itu, karena bukan berarti  keduanya bisa berjalan dalam garis marka yang sama (Baca: dalam hutan konservasi TNBBS). 

Titik tekan disini adalah bagaimana merevitalisasi koridor satwa, yang merupakan filter terakhir antara habitat manusia dan habitat satwa.  Rencana Pemulihan Ekosistem (RPE) menjadi penting untuk disusun dan dievaluasi.  RPE merupakan salah satu rencana teknis yang dapat dijadikan "guideline" dalam "merekayasa ruang konflik", karenanya pendekatan teknokratik menjadi penting dalam penyusunan dokumen RPE. Baiknya RPE juga dapat disosialisasikan kepada para pemangku kepentingan yang wilayahnya beririsan dengan Taman Nasional.     


Ilustrasi Rekayasa Ruang Konflik Gajah & Manusia, analisa pribadi, 2022 


3. Pengakuan atas Hak Gajah

Gajah memiliki kehidupan yang bersahaja, baginya yang penting cukup makan, cukup minum, dan aman dari ancaman, tidak butuh aktualisasi diri apalagi berebut status dan jabatan.  Status Konservasi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) saat ini masuk katagori terancam dengan status IUCN adalah kritis, diperkirakan jumlah gajah sumatera yang ada di TNBBS tahun 2017 sebanyak 122 ekor (Kepadatan: 9 ekor/100 km2) dan mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2002 (kepadatan 18 ekor/100 km2) (Laporan WCS, 2019). 

Gajah merupakan komponen penting dalam piramida ekologi khususnya di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.  Seandainya gajah sumatera punah, Kita akan kehilangan warisan plasmanutfah paling berharga sedunia, dan ancaman bencana ekologi yang lebih luas, sebagai akibat terputusnya salah satu mata rantai makanan dalam ekosistem. 

4. Pemberdayaan Masyarakat

Idealnya kehidupan masyarakat bukanlah di dalam hutan,  (catatan: bukan dimaksudkan sebagai suku tradisional yang secara norma sosial menempatkan hutan sebagai bagian dari penghidupannya yang tidak dapat dipisahkan). Jika faktanya masih ada dijumpai masyarakat berdomisili di dalam kawasan hutan artinya ada "sesuatu" yang menjadi kekeliruan dan harus diperbaiki. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat yang ada disekitar kawasan hutan, secara kultur adalah masyarakat agraris, dimana lahan dengan budidaya pertanian menjadi properti penting penghidupannya.   Kekeliruan yang perlu diperbaiki adalah menyangkut posisi, luas penguasaan, teknik pengolahan lahan, dan jenis tanaman yang dibudidayakan.  Kopi merupakan salah satu tanaman budidaya yang tidak disukai oleh gajah sumatera.    

Sebagai konsep solusi dari resolusi pemberdayaan masyarakat ini adalah pada penekanan terhadap "Kepedulian" bukan hanya semata penegakan atas "hak azazi manusia"

5. Hubungan Kemitraan yang Harmonis

Keterlibatan banyak pihak diperlukan guna mengatasi ketimpangan pendanaan, inovasi & program, dan personil. Resolusi konflik gajah, dan penyalamatan kehidupan satwa kunci lainnya, sangat tergantung dengan seberapa berperannya lembaga-lembaga terkait dalam memberikan kontribusinya, baik diukur dari waktu, dana, maupun program dan seberapa kuat hubungan kemitraan yang terjalin.  Telah dibentuknya Tim Koordinasi maupun Tim Satgas dari tingkat Propinsi hingga Desa, merupakan peluang strategis sebagai stimulan membangun hubungan kemitraan yang kuat.  

Hubungan kemitraan yang harmonis tidaklah segampang penyebutannya, ada 3 (tiga) prinsip kemitraan, yaitu kesetaraan (equity), transparansi (transparancy), dan saling menguntungkan (mutual benefit), yang kadang justru menjadi celah meruntuhkan bangunan kemitraan yang sudah terbangun.  


Inilah 5 (lima) hal yang coba Jejak Erwinanta tawarkan untuk dapat digodok menjadi peta jalan (Roadmap) tentang resolusi dan solusi penanganan konflik satwa dan manusia, khususnya di Lampung Barat dan Propinsi Lampung pada umumnya  .... Tiada gading yang tak retak ...  Semoga konflik cepat teratasi, dan masyarakat dapat tersenyum kembali ...   Wassalam.


Baca juga: | Wana Wisata dan Kebangkitan Ekonomi Hijau |     

   


Rabu, 07 Desember 2022

Propagasi Begonia dengan Media Air

Begonia  Keriting

Waduhhhh ... tidaaak ... begoniaku jatuh ... !!! 


Hujan sore ini cukup deras disertai juga dengan tiupan angin dan pot bunga begonia itu jatuh dengan sempurna ...  hiksss 😭😭


Tapi ... jangan sedih dulu sahabat.  Begonia ini tidak akan terbuang sia-sia, kita bisa perbanyak dari daun-daunya yang patah.  Kita akan melakukan perbanyakan (propagasi) tanaman begonia dengan menggunakan media air. Karena sedang musim hujan, mungkin propagasi dengan cara stek daun agak riskan, karena tingkat kelembaban yang tinggi. 


Propagasi dengan media air ini sangat mudah. Kita cukup menyediakan wadah yang berisi air untuk meletakkan potongan-potongan tangkai begonia seperti pada foto. 

Wadah ini diletakkan di tempat yang teduh (tidak terkena paparan sinar matahari langsung). Setelah sekitar 2-3 minggu,  akan tumbuh akar di batang atau tangkai begonia.  

Sahabat sebaiknya melakukan pengecekan air setiap 3 (tiga) hari sekali, untuk memastikan air tidak menjadi sarang nyamuk dan memastikan tangkai daun tidak busuk. Bila terdapat tangkai yang busuk, maka kita potong dan buang bagian tersebut, dan lakukan perendaman kembali pada tangkai yang masih bagus. Untuk kondisi seperti ini, bila akar dirasa sudah cukup banyak, maka kita dapat memindahkan begonia ke pot dengan media tanah. 


Kita juga dapat menunggu tumbuhnya daun - daun baru dalam 1-2 minggu berikutnya, dan baru kemudian memindahkannya ke pot dengan media tanah. ... Sungguh mudah bukan. ...😍


Happy Gardening


Baca Juga: Perbanyak Begonia dengan Cara Stek Daun


Terbaru

Selamat Datang 2024

"Hari ini tanggal 2 Januari 2024, pukul 07.32 WIB, hari pertama masuk kerja! Berdiri di barisan paling depan, acara apel pagi, di lapan...

Populer